Wednesday, October 26, 2011

1 sentence left to say

Terlalu banyak yang terjadi setelah hari itu.
Hari dimana aku tau kemana harus pergi dan hari dimana aku ditinggalkan karena aku pergi. *halah ribet amat bahasanya*
Maksudnya, hari dimana aku ditinggalkan karena aku harus pergi meraih masa depan di negara yang nan jauh disana.
Beberapa hari setelah kejadian itu, aku diliputi kegalauan, kesedihan, dan penyesalan.
Penyesalan, kenapa aku membiarkan semua itu terjadi? Kenapa aku tidak mencegahmu untuk mengatakan itu semua? Dan mengapa aku harus berkata "iya" saat kau berkata demikian?
Aku pun tak tau mengapa aku bisa meng'iya'kan semua statement yg kamu katakan. Aku bahkan tak menyadari hal itu terjadi.
Saat itu, aku tak tau harus berbuat apa. Aku tak ingin membuatmu menderita lebih lama karena aku tidak ada di dekatmu, aku tidak berada di kota yg sama denganmu.
Sejujurnya, aku merasa bahagia saat itu. Bahagia karena aku merasa aku akan bebas. Bahagia karena saat itu aku tak perlu mendapat perlakuan jutek dari kamu lagi.
Tapi, aku salah besar. Aku baru menyadari kalo itu hanya kebahagiaan sesaat. Kebahagiaan yang diakhiri dengan penyesalan.
Beberapa hari setelah itu, aku merasa sangat kesepian. Tidak ada lagi yg memberiku perhatian lebih. Tidak ada lagi yg mengingatkanku untuk makan, mandi, tidur, dan untuk belajar biarpun saat itu hari libur. Tak ada lagi bbm di pagi hari yg bertuliskna "Selamat pagi :*" atau "Selamat makan sayang" atau "Good night sweetheart". Semua nya hilang egitu saja. Ditelan bumi.
Tak ada lagi yg membuat aku ketawa dengan omongan yg gak jelas dan agak gak nyambung.
Aku berusaha untuk move on dan melupakan semua yg sudah lewat. Tapi, seperti yg kita semua ketahui, I still have our pictures in my phone. I still have that movie of us. I still remember the time when you cry on the phone because you listned to one song I told you to. I still remember when you play guitar for me and the song is my name. I still remember it. Somehow, it just stuck.
Mungkin skarang aku bisa berkata kalo aku akan melupakan dan bisa melupakan.
YA! Aku akan melupakan, tapi aku tak tau apa aku bisa melupakan.
Memang sudah banyak orang yg menyarankan aku untuk maju dan mencari penggantimu. Tapi apakah itu mudah buat aku? Apa akan semudah itu untuk mendapatkannya?
Aku tidak diperbolehkan untuk menggalaui mu lagi. Namun apa daya, aku gak gak gak kuaatt.
Skarang, aku sedang benar-benar dalam keadaan yg berat. Bukan hanya karena kamu, tai karena lingkungan baru dan karena ada hal lain yg sedang terjadi padaku. Aku butuh seseorang. Aku butuh kamu. Biarpun aku tak kamu gak akan kembali atau gak akan datang lagi saat aku butuh, tapi aku cuma kamu tau kalo aku disini kesepian. Gak ada lagi orang yg bisa menghibur aku. Teman-teman ku sudah berusaha untuk menghibur. Aku tertawa, aku tersenyum. Tapi hanya saat aku web-cam an sama mereka. Setelah itu, tawa dan senyum itu hilang seiring berjalannya mobil di jalan raya depan rumahku.
Menulis semua ini, lalu mem-post, lalu dibaca sama kamu, memang gak akan membuat kamu kembali. Tapi paling nggak, kamu tau kalo aku menyesal.
Dalam hal ini, aku tidak memanfaatkan mu buat bikin aku bahagia, Tanpa perlu ngelawak, hanya dengan melihat dan mendengar suaramu, sudah bisa membuat ku tersenyum. Apalagi kalo you said that you miss me, aku bisa minta ditampar untuk mengetahui ini nyata atau tidak.
Semua yg sudah aku tulis, mungkin membuatmu marah atau kesal. Tapi, ya itu up to you. I don't mind if you get mad because of this post.
Aku berandai-andai, saat aku jalan-jalan di Manhattan, aku ketemu kamu, dan kamu akan bilang kalo kamu kesini cuma buat aku. Tapi, itu hanya angan-angan. Itu tak mungkin terjadi. Bener deh, gak mungkin. Itu hanya impian semata, cuma imajinasi.
Aku gak bisa begini setiap hari. Setiap denger lagunya yiruma, langsung galau. Liat foto, langsung galau. Aku lebih sering diliputi kegalauan dari pada di liput sama MTV biarpun aku udah ketemu snooki waktu dia ada book signing.
I miss you and I want to talk to you even for one minute.
I want to see your smile and I want you to give yours to me, even only a sprinkle of it.
I need you to cheer me up, even with your silly jokes.
I just.. want,,, you.

No comments:

Post a Comment